Analisis Web aneka-sepatu.com bagian 4

Saya akan membahas kelanjutan Web Usability berdasarkan Nielson


6. Recognition rather than recall

Berkaitan dengan proses bisnis situs ini, user akan kesulitan dalam melakukan pemesanan, karena sistem pemesanannya harus melalui sms yang formatnya harus dihapalkan oleh user.

7. Flexibility and efficiency of use
Di bagian samping terdapat menu kategori yang terpisah dengan menu-menu lain. Ini membuat user dapat lebih cepat dalam memilih kategori apa yang ingin ditampilkan. User juga bisa mengklik produk yang ada di halaman utama. Menu ini sangat memudahkan user.

Berbicara mengenai efisiensi, ada banyak menu dan informasi yang menurut saya tidak perlu ditampilkan dalam situs ini, karena fokus dari situs ini adalah memperkenalkan produk secara online.

Pertama adalah menu aneka sepatu unik, yang bisa digabung dengan menu artikel sepatu. Apabila menu ini tidak penting, maka tidak perlu dicantumkan menu baru, karena isi dari menu “sepatu unik” ini sama saja dengan isi menu “artikel sepatu”

Menu “artikel sepatu” juga tidak perlu menggunakan pop-down. Ini efektif apabila artikel yang ada hanya sedikit seperti di situs ini, akan tetapi apabila artikelnya sudah berjumlah lebih dari 10, dapat dibayangkan betapa tidak efisien fungsi ini.

Sebaiknya apabila user mengklik artikel langsung masuk ke satu halaman dimana terdapat ringkasan dari artikel-artikel tersebut.

Selanjutnya menu “Cara menentukan ukuran sepatu” juga sangat tidak cocok apabila dijadikan menu utama. Menu utama seharusnya hanya digunakan untuk menekankan fungsi-fungsi penting dari situs ini. Jadi, menu “cara menentukan ukuran sepatu” juga bisa digabung dengan menu “artikel”


Pada menu utama “sepatu”, ada pop-down menu “sepatu online”, yang sama seperti menu utama disampingnya. Ini sangat tidak efektif dan efisien.

Di bagian samping terdapat “banner, partner kami, button blog, link exchange” yang menurut saya tidak diperlukan.


8. Aesthetic and minimalist design
Pada situs ini pilihan kategori ditampilkan dalam bentuk list yang sudah diurutkan sesuai huruf depannya (abjad).

9. Help user recognize, diagnose, and recover from errors
Apabila melakukan search dengan memasukkan kata kunci yang tidak relevan, akan muncul pesan kesalahan dan kotok input search  yang baru. Ini sangat bermanfaat untuk memudahkan user memasukkan kata kunci yang baru.

10. Help and documetation
Situs ini juga menyediakan bantuan berupa informasi untuk menggunakan sistem yang terdapat di menu utama yaitu “Cara Pembelian”, dimana terdapat batasan-batasan dan cara untuk melakukan pemesanan terhadap produk yang diinginkan.

Kesimpulan : Situs aneka-sepatu.com ini merupakan situs penjualan sepatu yang bisa dikategorikan semi online, karena situs ini hanya meberi fasilitas user untuk melihat sepatu secara online, tetapi untuk pemesanan tetap melalui sms.

Banyak sekali menu-menu utama yang sangat tidak efisien, karena menu utama itu seharusnya digunakan untuk menekankan fingsi-fungsi utama dari sistem. Ada beberapa bagian yang bisa disatukan dan tidak perlu dipisahkan.

Sebaiknya situs ini menjelaskan dari awal tentangproses bisnisnya agar tidak menimbulkan kekecewaan terhadap user yang ingin berbelanja secara online.

Analisis Web aneka-sepatu.com bagian 3

Pembahasan Web Usability berdasarkan Nielsen.

1.    Visibility of System Status

Situs aneka-sepatu.com ini sudah cukup baik dalam point ini. Terdapa petunjuk posisi user saat ini, yaitu dengan adanya Hover pada  menu bar apabila dilakukan mouseover, dan akan ada jejak di menu yang kita pilih tersebut.

hal ini juga terjadi saat memilih menu-menu kategori yang ada di bagin samping dan juga judul sepatu, akan tetapi pada saat dilakukan mouseover, perubahan warna yang terjadi tidak significant, sehngga sulit dibedakan mana yang sedang dimouseover dengan pilihan yang lain. Seharusnya bisa digunakan perbedaan warna yang mencolok untuk mengatasi hal tersebut.

Sayangnya situs ini tidak menyediakan fasilitas  Bread-Crumb sebagai pelengkap navigasi yang membantu user untuk mengetahui posisi halaman yang sedang dibuka. Penggunaan Bread-Crumb tersebut memungkinkan user dapat berpindah ke halaman sebelumnya, dengan begitu user tidak akan tersesat.

2.    Match Between System and the Real World

Situs ini menggunakan bahasa Indonesia secara keseluruhan, tetapi terdapat beberapa kata yang menggunakan bahasa Inggris. Namun, kata-kata ini merupakan kata-kata umum yang sudah dikenal oleh user, jadi tidak begitu menimbulkan masalah.


Kata-kata yang dilingkari masih memungkinkan apabila menggunakan bahasa Indonesia, seperti “size” yang bisa diganti “ukuran”, “No Comments” menjadi “Tidak ada komentar, atau 0 komentar”.

Posisi button search tidak seharusnya berada di bawah input box, karena ini berbeda dengan kebiasaan user dengan posisi button search yang terletak di bawah input box.

“Cara pembelian” seharusnya menggunakan kata “Cara pemesanan”, karena situs ini tidak melayani pembelian, melainkan hanya pemesanan produk dan itupun dilakukan secara manual.

3. User control and Freedom
Situs ini merupakan situs penjualan sepatu tetapi dengan metode pemesanan yang masih manual, dimana untuk melakukan pemesanan,  user harus mengirim sms dengan format tertentu. User dibatasi oleh proses bisnis yang telah tercantum di situs ini. Proses bisnis seperti ini akan menyulitkan pengguna yang ingin langsung memesan sepatu.


4. Consistency and standarts
Posisi button search yang terletak di bawah input box juga tudak standart, karena user akan bingung dengan perbedaan posisi yang ditampilkan pada fungsi search di situs ini.

Apabila user berpindah dari satu halaman ke halaman yang lain melalui menu bar, akan tampak kekonsistenan menu-menu dan sidebar  dari situs ini. Icon-icon yang digunakan di situs ini juga merupakan icon yang sudah dikenal user, sehingga tidak membingungkan user. Ketika memilih untuk melihat suatu produk, maka informasi yang akan  muncul pada produk tersebut akan sama untuk setiap produk, yaitu nama, ukuran, harga, dan cara untuk order.

5. Error prevention
Seharusnya proses bisnis aneka-sepatu.com ini dijelaskan di awal, sehingga mencegah kesalahan pemikiran user untuk
berbelanja langsung secara online. Ini akan memberikan kekecewaan kepada pengguna yang berniat berbelanja langsung secara online, tetapi situs ini hanya mewadahi pemesanan melalui sms.

Apabila user memilih menu sepatu online, maka akan muncul keterangan atau penjelasan mengenai situs ini. Akan tetapi ada satu bagian yang bentuknya seperti suatu link, sehingga memancing user untuk memilihnya, padahal itu bukanlah link. Seharusnya bisa didesign  dengan tampilan berbeda yang tidak menyerupai suatu link.

selain itu, di menu sepatu online ini tampak tidak konsistennya posisi gambar yang ditampilkan.

Pada tampilan home, ada link yang tidak tahu terhubung kemana. Ini juga bisa menimbulkan error dari sistem tersebut  apabila user mengklik link tersebut.

Sekian pembahasan Web Usability dari bagian 1 sampai dengan bagian 5. Kelanjutannya akan dibahas di Analisis Web aneka-sepatu.com bagian4.

Analisis Web aneka-sepatu.com bagian 2

Menurut Jacob Nielsen, usability adalah sebuah atribut kualitas yang menilai tingkat kemudahan user interface untuk digunakan. Usability juga mengacu kepada metode untuk meningkatkan kemudahan penggunaan selama proses perancangan. Sedangkan menurut Galitz, Usability adalah atribut kualitas yang menilai seberapa mudah user interface untuk digunakan.


Dari sisi pengguna, usability sangat penting dalam membedakan antara perlakuan task secara akurat dan perlakuan task secara sempurna atau tidak, dan apakah user menikmati proses dari sistem atau malah membosankan. Jika diberi pilihan, orang cenderung untuk membeli sistem yang lebih user-friendly.


Menurut Nielson(2003), Usability didefenisikan melalui lima komponen, yaitu :


a. Learnability
Learnability menjelaskan tingkat kemudahan pengguna untuk memenuhi task-task dasar ketika pertama kali mereka melihat/menggunakan hasil perancangan.


b. Efficiency
Efficiency menjelaskan tingkat kecepatan pengguna dalam menyelesaikan task-task setelah mereka mempelajari hasil perancangan.


c. Memorability
Memorability menjelaskan tingkat kemudahan pengguna dalam menggunakan rancangan dengan baik, setelah beberapa lama tidak menggunakannya.


d. Errors
Errors menjelaskan jumlah error yang dilakukan oleh pengguna, tingkat kejengkelan terhadap error dan cara memperbaiki error.

e. Satisfaction
Satisfaction menjelaskan tingkat kepuasan pengguna dalam menggunakan rancangan.


Tujuan utama dari Usability web adalah Efektif digunakan, Efisien digunakan, Aman digunakan, Punya utility yang baik, Mudah dipelajari, dan Mudah diingat bagaimana menggunakannya.


Evaluasi Heuristik
Evaluasi heuristik adalah metode yang digunakan untuk menemukan masalah pada desain antarmuka dengan melibatkan satu atau lebih ahli evaluator. Evaluator mengukur kegunaan, efisiensi, dan efektivitas dari antarmuka berbasis pada Usability heuristik dan prinsip-prinsip umum faktor-faktor manusia.


Nielsen Usability heuristik meliputi:
1. Visibility of System Status
Pengguna memberikan umpan balik tepat waktu dan memadai tentang status sistem.
Contoh: Jika membutuhkan waktu yang lama untuk load layar, tampilkan progress bar dan / atau perkiraan waktu yang mungkin diperlukan untuk memuat layar, sehingga pengguna tahu apa yang diharapkan.


2. Match Between System and the Real World
Sistem harus berbicara dalam bahasa yang biasa digunakan pengguna, menggunakan istilah dan konsep yang akrab dengan audiens. Informasi harus diatur secara alami dan logis berdasarkan apa yang pengguna terbiasa melihat di dunia nyata.
Contoh: Ketika merancang sebuah situs web untuk anak-anak, gunakan istilah yang akrab dengan akrab dan menampilkan informasi dalam format ini yang sering mereka lihat.


3. User Control and Freedom
Pengguna harus merasakan pengalaman mereka berinteraksi dengan sistem, dan mempunyai kebebasan melakukan apa saja tanpa harus dipersulit.
Contoh: Menyediakan fungsionalitas untuk Undo dan Redo dan tindakan untuk dengan mudah keluar dari sistem.


4. Consistency and Standards
Pengguna kontrol, icon, terminologi, dan pesan kesalahan harus konsisten di seluruh antarmuka, jangan sampai memberikan sesuatu yang berbeda tapi dengan maksud yang sama. Apabila diperlukan, industri dan platform standar harus diterapkan.
Contoh: Gunakan icon yang orang kenal, bukan menciptakan desain baru yang berarti hal yang sama.

5. Error Prevention
Mencegah pengguna melakukan kesalahan dalam menggunakan antarmuka sistem, dengan mengidentifikasi area dari masalah yang khas bagi pengguna dan merancang ulang serta mengkomunikasikan konsekuensi dari tindakan pengguna. Menyediakan pilihan konfirmasi untuk melakukan sesuatu yang rentan atau sulit dibuat.
Contoh: Jika pengguna membatalkan account nya, tawarannya cara untuk mendirikan kembali account dalam jangka waktu tertentu.


6. Recognition Rather Than Recall
Kurangi beban memori dari pengguna dengan menampilkan icon akrab, tindakan, dan pilihan bila memungkinkan. Tidak memerlukan user untuk mengingat informasi dari satu layar yang lain. Gunakan mouse-over, tooltips untuk menjelaskan fungsi icon yang mungkin belum terbiasa.
Contoh: Pada formulir web, izinkan untuk mengakses informasi yang telah dimasukkan seperti nomor seri, sehingga pengguna tidak perlu menuliskannya kemabali.

7. Flexibility and Efficiency of Use
Pemula dan pengguna ahli menggunakan sistem berbeda. Sistem tersebut harus mudah dan efisien untuk digunakan oleh pemula dan ahli sama. Menyediakan “akselerator” bagi pengguna ahli lebih efisien menavigasi sistem untuk menyelesaikan tugas-tugas yang paling sering.
Contoh: akselerator bisa menjadi jalan pintas keystroke, seperti Macintosh Command + Q untuk keluar dari aplikasi.


8. Aesthetic and Minimalist Design
Hindari menampilkan informasi yang berlebihan dan elemen desain, karena mereka akan bersaing secara visual dengan informasi yang lebih relevan di layar.
Contoh: Background grafis dapat membuat orang kesulitan melihat teks.


9. Help Users Recognize, Diagnose, and Recover from Errors
Hadirkan pesan kesalahan yang memberikan pengguna petunjuk tentang cara memulihkan dari kesalahan, daripada kode rahasia yang tidak mengerti pengguna
Contoh: Jika pengguna memasukkan alamat email tidak valid pada formulir web, berikan pesan kesalahan secara jelas, seperti “Itu alamat email ini tidak di catatan kami. Silakan masukkan alamat email dalam format ini: ema…@address.com. ”


10. Help and Documentation
Sistem menyediakan bantuan dan dokumentasi yang berisi informasi tentang penggunaan system. Bisa dengan menyediakan video tutorial dan contoh-contoh untuk prosedur yang kompleks atau kontrol yang sulit untuk mencari.
Contoh: memberikan pengguna sebuah contoh bagaimana untuk memasukkan informasi dengan menggunakan format yang diperlukan, seperti memasukkan nomor telepon sebagai xxxx-xxx-xxx.


Itulah sekilas mengenai usability. Postingan selanjutnya akan saya bahas Web Usability dari aneka-sepatu.com berdasarkan point-point diatas.

Analisis Web aneka-sepatu.com bagian 1

Postingan ini merupakan postingan terkait tugas akhir mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) tentang analisis Web Usability dari tampilan web aneka-sepatu.com yang merupakan situs penjualan sepatu secara online. Ini merupakan salah satu web e-commerce yang digunakan untuk mempermudah transaksi jual beli sepatu.

Berikut adalah tampilan awal dari aneka-sepatu.com.

Postingan selanjutnya saya akan membahas tentang acuan saya dalam membahas Web Usability, yaitu mengenai apa itu Web Usability dan apa saja yang akan dibahas mengenai aneka-sepatu.com

Information Visualization

Lupa akan tugas IMK, malah sibuk kesana sini, haha. Yah untung masih sempat dikerjakan. Web yang akan dianalisa adalah flicker time, silahkan kunjungi www.hottoast.org/convexstyle/flickrtime. Website ini akan menampilkan waktu kita saat ini, dalam bentuk gambar-gambar yang beragam.

Gambar-gambar tersebut tersaji secara menarik dan apabila kursor kita dekatkan kepada suatu gambar, maka gambar tersebut akan terlihat dalam ukuran yang lebih besar.

Waktu yang ditampilkan juga akan terus terupdate setiap menit. Benar-benar menarik, walaupun sebenarnya ini hanya menampilkan hal yang simple, yaitu waktu user pada saat ini.

Website ini memberikan kesenangan tersendiri pada saat melihat. Hanya saja, pada saat mengakses pertama kali, tulisan di web ini agak kecil.

Review Interface Website

Website ini merupakan website resmi Provinsi Kalimantan Selatan. Saya memilih website ini dikarenakan tampilannya ada yang kurang menarik apabila dilihat oleh user. Ada beberapa hal yang coba saya komentari dari website ini.

Berikut adalah tampilan dari website tersebut.

Beberapa komentar :

1. Pada tampilan menu-menu pada home, dapat dilihat di menu “Pemerintahan”, terdapat banyak sekali sub menu yang terlihat bertumpuk dan tidak beraturan. Pola penyusunan sub menu yang menyamping dan terlalu banyak ini akan menyulitkan user dalam memilih. Oleh karena itu, sebaiknya sub menu tersebut bisa disusun ke bawah agar user dapat melihat satu per satu baris, akan lebih baik lagi apabila sub menu ini tidak terlalu banyak.

2. Dalam kolom berita laporan khusus, berita-berita ditampilkan berdampingan. Dapat terlihat berita yang satu dengan berita di sebelahnya seperti menyatu. Ini juga terjadi pada kolom berita yang lain. Sebagai user, ini juga akan sedikit mengganggu dan membingungkan. Seharusnya dapat digunakan pemisah antar kolom-kolom tersebut, agar susunan berita-berita tersebut lebih baik.

Sekian komentar saya untuk website resmi provinsi Kalimantan Selatan ini. Secara garis besar, website ini sudah cukup bagus, hanya saja ada beberapa bagian yang mungkin bisa diperbaiki. Untuk lebih jelasnya bisa mengunjungi www.kalselprov.go.id.

Terima kasih.

wanna try something new !!!